Lensa Biroe

Mitra Terpercaya

Tanggamus

Talud Pelabuhan Perikanan Kota Agung Abrasi, KUPTD Pasang Banner Peringatan.

Tanggamus—Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (KUPTD) Wil III Pelabuhan Perikanan Pantai (P3) Kota Agung Tanggamus, Dinas Kelautan Provinsi Lampung AD Habibillah
bersama staf memasang spanduk banner larangan beraktifitas diatas lantai talud kolam pelabuhan yang tergerus abrasi.

Menurut Habibillah, pemasangan banner melihat kondisi abrasi pantai telah menggerus pondasi dan menjorok kedalam sisi bawah talud, yang berlokasi disisi selatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Agung.

Kondisi abrasi tersebut berimbas menggantungnya lantai talud yang kini tertumpu hanya dengan tiang penyangga yang juga sudah ada yang retak dan runtuh.

Adapun area talud tersebut cukup ramai dikunjungi warga Kota agung dan sekitar, bahkan banyak juga pengunjung dari luar daerah yang ingin menikmati suasana pantai sembari berkuliner diarea tersebut.

“Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak kita inginkan, maka kami pasang himbauan dari banner, bahwa area lantai talud yang abrasi sangat berbahaya untuk bermain atau beraktifitas di atasnya, ” katanya, Minggu (11/04/2021).

Habibillah menerangkan, talud kolam pelabuhan itu adalah proyek Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus, beberapa tahun lalu.

Dan melihat kondisi talud tersebut, sebagai pihak yang berwenang dalam pengelolaan pelabuhan saat ini, maka UPTD Pelabuhan akan melaporkan kepada DKP Provinsi Lampung.

“Setelah pemasangan banner sebagai langkah antisipasi, kami juga akan segera melaporkan kondisi talud tersebut ke Provinsi, ” terangnya.

Diketahui dari pantauan dilokasi, talud penahan ombak kolam pelabuhan Pelabuhan TPI Kotaagung terlihat sudah jebol akibat abrasi terjangan ombak. Dan memang sangat membahayakan pengunjung yang bersantai di atas talud.

Pasalnya, abrasi talud tersebut telah membuat kondisi semen talud sudah menggantung karena abrasi sudah menjorok kedalam talud kisaran 15 meter lebih.

Menurut Uda warga Kotaagung yang bersantai di atas talud tersebut, bahwa dirinya terkejut saat berjalan diatas talud dari arah utara mendekati tepi talud di sisi selatan untuk menikmati panorama birunya laut.

Saat sekitar tujuh meteran mendekati tepi talud terasa ada getaran lantai semen beton talud, sehingga langsung dirinya kembali mundur takut terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Ketika saya periksa apa penyebab getaran ternyata disisi bawah lantai semen beton talud tersebut telah kosong, menyisakan lantai semen beton yang tergantung. Dan tiang penyanggah yang salah satunya juga sudah menggantung, sangat berbahaya. Sewaktu-waktu bisa ambruk, apalagi jika banyak orang di atasnya, ” katanya.

Uda sangat mengapresiasi dari pemasangan banner peringatan tersebut, sehingga pengunjung akan berhati-hati saat ingin mendekati lokasi talud yang abrasi. (LB).

 

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *