Jual Beli Tak Terkontrol, ASPONAK Khawatir Kambing Saburai Tanggamus Makin Langka.

Tanggamus234 Dilihat

TANGGAMUS – Populasi Kambing Saburai asli Tanggamus di khawatirkan semakin langka, karena tidak terkontrolnya penjualan Kambing Saburai yang berkualitas keluar daerah Tanggamus.

Menurut Ketua Asosiasi Kelompok Peternak (ASPONAK) Kambing Saburai Kabupaten Tanggamus Rintoko, jual beli Kambing Saburai Tanggamus di lakukan oleh oknum pedagang Kambing yang hanya memikirkan keuntungan. Tanpa berfikir tentang sumber bibit unggul.

“Sehingga kambing saburai banyak terjual ke luar daerah untuk di potong. Dari data yang ada pada ASPONAK Tanggamus, saat ini populasi Kambing Saburai Tanggamus hanya dikisaran 1500 ekor lagi, dari sebelumnya maksimal 7000 ekor, ” kata Rintoko, Selasa (12/4).

Rintoko menjelaskan, yang menjadi pertanyaan, seharusnya Kambing Saburai yang merupakan asli dari Tanggamus dan telah terpatentkan secara Nasional, tidak gampang diperjual belikan. Karena harus melalui verifikasi dan rekomendasi Dinas terkait.

“Keluar masuknya atau jual beli populasi Kambing Saburai asli Tanggamus yang menjadi ikon Tanggamus ini kan sudah diatur oleh peraturan Pemerintah. Jadi tidak sembarangan diperjual belikan, harus ada surat rekomendasi dari instansi yang berwenang. Tapi tetap saja kambing kambing saburai kualitas super bisa keluar dijual oleh oknum Dan herannya mereka juga mendapatkan surat rekomendasi dari instansi terkait, ” jelasnya.

Rintoko menerangkan, untuk saat ini kalau kita mau cari Kambing Saburai mungkin cukup sulit. Karena ASPONAK sebagai wadah para peternak Tanggamus juga merasa kesulitan untuk menahan para petani ternak, agar tidak menjual bibit bibit yang berkualitas.

Adapun kegiatan program Kontes dan Bazar ternak adalah salah satu cara dari ASPONAK untuk mempertahankan populasi Kambing Saburai di Tanggamus.

Namun sepertinya dua tahun ini kemungkinan ASPONAK tidak dapat melaksanakannya lagi, karena keterbatasan anggaran dana.

“Ada kekhawatiran dari ASPONAK akan Keputusan Menteri Pertanian no 359 thn 2015, tentang penetapan rumpun Kambing Saburai, masihkah bisa bertahan, ” terangnya.

Diketahui ASPONAK Tanggamus beranggotakan sekitaran 30 Kelompok Peternakan Kambing Saburai. Kelompok peternak Kambing Saburai tersebar di Kecamatan Gisting, Sumberejo, Kota Agung Timur dan Ulu Belu.

Adapun Kambing Saburai merupakan hasil persilangan antara Kambing Boer jantan dengan Peranakan Etawa (PE) betina.

Saburai, umumnya berwarna putih dengan perpaduan coklat. Sang jantan memiliki tanduk melingkar bulat ke belakang. Untuk telinga, baik jantan maupun betina, bentuknya panjang menjuntai ke bawah.

Kambing Saburai merupakan rumpun ternak lokal Indonesia yang sudah ditetapkan melalui SK Menteri Pertanian No. 359/Kpts/PK.040/6/2015 tanggal 8 Juni 2015. Artinya, jenis ini harus dilindungi dan dilestarikan.(LB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *