Winarni Nanang Ermanto Mengikuti Gerakan Serentak (GERTAK) Tanam Cabai

Lampung Selatan63 Dilihat

PALAS – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto mengikuti Gerakan Serentak (GERTAK) Tanam Cabai Dalam Polybag, Rabu (30/11/2022).

Berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Desa Bandan Hurip kegiatan tersebut diusung oleh Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Lampung Selatan, Bibit Purwanto dalam laporannya menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam upaya untuk pengendalian inflasi harga pangan di Kabupaten Lampung Selatan.

Dirinya menyebut, dalam mengendalikan Inflasi Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan akan melakukan pengembangan diantaranya bawang merah seluas 5 hektar dan pengembangan cabai merah seluas 6 ha.

Dimana, pengembangan cabai merah dalam polybag Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Lampung Selatan menyiapkan 6.800 cabai polybag untuk tiap Kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan.

“Kami dari Dinas TPH Bun menyiapkan 6.800 polybag cabai yang sudah berbuah untuk dibagikann di kecamatan kecamatan se Kabupaten Lampung Selatan,” ungkapnya.

Bibit Purwanto juga menuturkan, potensi holtikultura di Lampung Selatan menduduki peringkat nomor 1 di Provinsi Lampung, dengan produksi bawang merah mencapai 8.000 kwintal, cabai merah 215.000 kwintal, Cabai rawit 25540 kwintal dan Pisang 4.116.000 kwintal.

“Dengan Potensi Holtikultura kita punya menjadikan Lampung Selatan menjadi peringkat ke 1 di Provinsi Lampung, dengan produksi Bawang merah, cabai merah dan rawit, Pisang kalau alpukat kita masih berada di peringkat 4,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK, Hj. Winarni Nanang Ermanto menyambut baik dan mengapresiasi apa yang dilakukan Dinas TPH Bun untuk memberikan bibit dan menginisiasi masyarakat untuk mandiri dalam menanam tanaman pangan.

Dirinya menghimbau, harga mulai dari petani juga perlu di pantau agar petani, pedagang dan pembeli bisa sama-sama sejahtera.

“Harga juga perlu dipantau jangan terlalu murah jangan juga terlalu mahal, kalau murah kasian petaninya kalau mahal kasian pedagang dan pembelinya, maka dari itu harga harus seimbang agar bisa sama sama sejahtera ” ujar Winarni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *