Curah Hujan Tinggi Buat 4 Desa Di Mesuji Dilanda Banjir. Ini Gerak Cepat Pemkab Mesuji.

Mesuji204 Dilihat

(www.lensabiroe.com) MESUJI – Dampak curah hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa (04/04/2023) sore hingga malam hari mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Mesuji dilanda banjir.

Pemerintah Kabupaten Mesuji melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam dan Penyelamatan (Damkartan) setempat langsung sigap meninjau beberapa titik lokasi banjir yang diketahui.

Langkah cepat tersebut dilakukan guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa dan kerugian materi yang lebih besar.

Berkoordinasi dengan Pemerintah Desa yang terdampak banjir, BPBD dan Damkartan meninjau serta membantu mengevakuasi harta benda milik warga yang menjadi korban banjir.

Dari pantauan di lapangan ada tiga titik lokasi yang terkena banjir yakni Desa Aji Jaya, Kecamatan Simpang Pematang, Desa Brabasan Kecamatan Tanjung Raya dan Desa Adi Luhur Kecamatan Panca jaya. Adapun ketinggian air bervariasi mulai dari 50 centimeter hingga ada yang mencapai 1 meter lebih.

Tak hanya menggenangi pekarangan, banjir juga merendam rumah-rumah warga hingga kedalam, sehingga membuat sejumlah perabotan rumah tangga milik warga tergenang banjir.

Bahkan, ada kendaraan sepeda motor milik warga terendam banjir dan di evakuasi oleh petugas Tim Reaksi Cepat BPBD Mesuji.

Kepala Desa Adi Luhur, Budiono mengapresiasi langkah cepat dan responsif Pemkab Mesuji dalam hal ini BPBD dan Damkartan Mesuji. Yang bergerak sigap memantau dan membantu mengevakuasi para warganya yang terkena banjir akibat di guyur hujan deras selama 4 jam lebih.

“Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Mesuji sejak sore pukul 16.30 wib tadi, hingga pukul 20.45 wib. Dimana kami langsung mengambil langkah melaporkan ke dinas terkait jika ada enam rumah warga kami yang terendam banjir dengan ketinggian air nya ada yang sampai 1 meter lebih,” kata Budi.

Menurut Budi, beruntung tidak ada korban jiwa atas musibah banjir tersebut. Namun sebagian perabotan rumah milik warga yang rumahnya terendam banjir harus di evakuasi.

Beruntung berkat kesigapan tim TRC BPBD dan Rescue Damkartan Mesuji yang ikut turun langsung membantu warga mengevakuasi barang-barang dan harta benda milik nya.

“Alhamdulillah, berkat kesigapan Pemkab Mesuji melalui tim dari BPBD dan Damkartan ini, kami sangat terbantu. Untuk itu saya ucapkan ribuan terimakasih kepada Pak Pj Bupati yang sudah sangat peduli terhadap masyarakat nya yang terkena musibah, dengan mengutus dinas terkait agar segera turun kelapangan,” ucapnya.

Hingga tengah malam, rombongan Kepala Pelaksana BPBD Mesuji, Sunardi Nyerupa bersama anggota TRC dan Sekretaris Damkartan beserta anggota Rescue masih siaga. Sembari mendata jumlah rumah warga yang terkena banjir, juga ikut membantu mengevakuasi barang-barang berharga milik warga yang terdampak banjir ini.

Menurut Sunardi, pihaknya yang mendapat laporan dari pemerintah Desa Adi Luhur dan beberapa desa lainnya, langsung turun kelokasi untuk melakukan langkah langkah penanganan awal. Dengan mengevakuasi barang dan harta benda milik masyarakat yang rumahnya terkena musibah banjir.

“Kami mendapat laporan dari Kepala Desa Adiluhur, bahwa rumah warganya ada yang terkena musibah banjir. Maka sesuai arahan Pak Pj Bupati dan Pak Sekda, bahwa kami harus tanggap dan cepat mengambil langkah langkah. Serta harus selalu berada di tengah masyarakat yang mengalami musibah,” kata Kalak BPBD itu.

Untuk itu lanjut dia, pihaknya bersama jajaran hadir malam ini dan standby di lokasi demi membantu masyarakat, baik mengevakuasi barang-barang yang terdampak banjir. Juga mendata rumah warga yang terkena banjir berikut menyelamatkan harta benda nya yang terendam air banjir itu.

“Demi membantu masyarakat yang terkena musibah banjir. Untuk itu, dia bersama jajaran masih stand by menunggu laporan dari masyarakat dan pemerintah desa lainnya yang juga terdampak banjir. Saya bersama Damkartan yang dipimpin Sekretaris Feri Antoni sebelumnya sudah turun meninjau beberapa titik lokasi banjir yang terjadi malam ini diantaranya di Desa Brabasan, Aji Jaya, Simpang Mesuji, dan ini yang terparah di Desa Adiluhur,” tandasnya.(KotanLb).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *